Izin Usaha Industri (IUI) adalah izin yang wajib dimiliki oleh setiap industri pengolahan berdasarkan tingkat risikonya, mulai dari risiko rendah hingga risiko tinggi, diatur lewat Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik. Sejak berlakunya sistem OSS RBA, izin usaha industri sudah terintegrasi dalam NIB (Nomor Induk Berusaha), sehingga industri tidak perlu mengurus izin terpisah lagi, kecuali untuk kategori risiko menengah dan tinggi yang butuh verifikasi instansi terkait.
Terakhir diperbarui: 10 September 2026
Ditulis oleh Tim RiseHub · Ditinjau oleh Tim RiseHub, kategori Legal
Apa Saja Kategori Tingkat Risiko IUI?
- Risiko Rendah – industri dengan potensi dampak lingkungan, kesehatan, dan keselamatan kerja yang minimal. NIB langsung aktif tanpa verifikasi lapangan.
- Risiko Menengah – industri dengan dampak sedang. Perlu verifikasi dari Dinas Lingkungan Hidup atau instansi terkait sebelum izin diterbitkan.
- Risiko Tinggi – industri dengan dampak besar terhadap lingkungan atau keselamatan. Wajib AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) dan izin lingkungan terlebih dahulu.
Berapa Lama Proses Penerbitan IUI?
Untuk risiko rendah, NIB sekaligus berfungsi sebagai izin industri dan bisa aktif dalam hitungan jam melalui OSS RBA. Untuk risiko menengah, proses verifikasi biasanya memakan waktu 5-10 hari kerja tergantung kelengkapan dokumen dan beban kerja dinas terkait. Untuk risiko tinggi, waktu bisa lebih lama karena harus melalui proses AMDAL yang bisa berbulan-bulan.
Dokumen Apa Saja yang Dibutuhkan untuk IUI Risiko Menengah dan Tinggi?
- Surat permohonan dari pemimpin industri.
- Rencana Usaha dan Kegiatan (RUK) untuk risiko menengah, atau AMDAL untuk risiko tinggi.
- Dokumen legalitas perusahaan (akta notaris, NIB, NPWP, identitas pemimpin).
- Lokasi dan denah lokasi industri yang sesuai zonasi RDTR.
- Izin lokasi atau surat persetujuan dari pemilik/pengelola lahan.
Apakah Industri Rumahan Skala UMKM Perlu IUI?
Tergantung jenis kegiatan. Kalau industri rumahan melakukan proses pengolahan bahan baku jadi produk baru (manufacturing), tetap wajib IUI meski skalanya kecil, biasanya dengan syarat paling ringan di kategori risiko rendah. Kalau sekadar packing atau pengemasan tanpa perubahan produk, kemungkinan masuk kategori distribusi, bukan industri, dan kewajibannya berbeda.
Kesalahan Umum Seputar IUI
- Mengira NIB sudah cukup tanpa cek kategori risiko. Untuk risiko menengah-tinggi, NIB saja belum berarti izin industri resmi tanpa verifikasi instansi.
- Tidak mengurus AMDAL padahal industri masuk risiko tinggi. Hal ini bisa berakibat operasional terganggu atau terkena denda jika diperiksa.
- Pindah lokasi tapi tidak perbarui alamat di OSS. Perubahan lokasi industri wajib dilaporkan dan bisa memperpanjang atau memerlukan izin baru tergantung situasi.
Syarat dokumennya bisa dibaca di syarat pendirian PT 2026.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah usaha rumahan skala UMKM tetap wajib IUI?
Wajib jika melakukan proses pengolahan/manufacturing. Tingkat risikonya biasanya rendah sehingga NIB sudah mencukupi.
Berapa lama proses penerbitan IUI risiko tinggi dengan AMDAL?
Bisa berkisar 3-6 bulan atau lebih tergantung kompleksitas industri dan proses review AMDAL di Dinas Lingkungan.
Apakah IUI perlu diperpanjang secara berkala?
IUI via NIB tidak perlu perpanjangan khusus, tapi jika ada perubahan signifikan pada skala atau jenis kegiatan, wajib penyesuaian di OSS.
Apa risiko beroperasi tanpa IUI atau NIB yang jelas?
Berisiko terkena razia atau penutupan operasional oleh dinas terkait, plus kemungkinan denda administratif dan pidana tergantung jenis industri dan tingkat risikonya.
Mengurus IUI sesuai kategori risiko industri Anda memastikan operasional bisnis berjalan legal dan berkelanjutan. Tim jasa legal RiseHub membantu menentukan kategori risiko dan mengurus izin industri Anda dengan OSS. Baca juga IUMK vs NIB untuk memahami perbedaan sistem perizinan sebelumnya dan sekarang.





