Yayasan adalah badan hukum nirlaba yang didirikan dengan memisahkan sebagian harta pendiri sebagai kekayaan awal untuk tujuan sosial, keagamaan, atau kemanusiaan, bukan untuk mencari keuntungan bagi pendirinya. Berdasarkan UU Nomor 16 Tahun 2001 jo. UU Nomor 28 Tahun 2004 tentang Yayasan, kekayaan awal yayasan lokal minimal Rp10.000.000 dalam bentuk uang atau aset yang dipisahkan dari harta pribadi pendiri.
Terakhir diperbarui: 10 September 2026
Ditulis oleh Tim RiseHub · Ditinjau oleh Tim RiseHub, kategori Legal
Apa Bedanya Yayasan dengan PT atau CV?
Perbedaan paling mendasar ada di tujuan pendiriannya. PT dan CV didirikan untuk mencari keuntungan yang dibagikan ke pemilik lewat dividen atau prive, sedangkan yayasan tidak punya “pemilik” dalam arti komersial dan seluruh kekayaannya tidak boleh dibagikan ke Pembina, Pengurus, atau Pengawas.
Modal PT disebut modal disetor yang jadi dasar operasional komersial, sementara modal yayasan disebut kekayaan awal yang statusnya terpisah permanen dari harta pendiri begitu yayasan berdiri, tidak bisa ditarik kembali seperti modal PT saat dibubarkan.
Siapa Saja Organ yang Wajib Ada dalam Yayasan?
- Pembina – organ tertinggi yang menetapkan kebijakan umum yayasan, biasanya diisi pendiri.
- Pengurus – menjalankan operasional harian yayasan sehari-hari.
- Pengawas – mengawasi kinerja Pengurus dan memberi nasihat kepada Pembina.
Ketiga organ ini wajib diisi orang berbeda. Sejak UU 28/2004, kekayaan yayasan dilarang keras dialihkan langsung maupun tidak langsung ke ketiga organ tersebut, berbeda dengan PT yang labanya memang untuk dibagikan ke pemegang saham.
Bagaimana Prosedur Mendirikan Yayasan?
- Tentukan minimal satu pendiri dan susun organ Pembina, Pengurus, dan Pengawas.
- Siapkan kekayaan awal yang dipisahkan dari harta pribadi, minimal Rp10.000.000.
- Buat akta pendirian yayasan di hadapan notaris, memuat anggaran dasar dan susunan organ.
- Ajukan pengesahan badan hukum ke Kementerian Hukum lewat sistem AHU online.
- Setelah SK pengesahan terbit, urus NPWP yayasan dan NIB kalau yayasan akan menjalankan kegiatan usaha penunjang.
Apakah Yayasan Boleh Punya Kegiatan Usaha yang Menghasilkan Uang?
Boleh, selama hasilnya dipakai untuk mendukung tujuan sosial yayasan, bukan dibagikan ke organ pengurusnya. Banyak yayasan pendidikan atau kesehatan punya unit usaha seperti sekolah berbayar atau klinik, tapi surplus keuangannya wajib diputar kembali ke operasional yayasan.
Yayasan juga boleh mendirikan badan usaha terpisah (seperti PT) sebagai anak usaha, dengan yayasan bertindak sebagai pemegang saham yang keuntungannya dipakai membiayai program sosial induknya.
| Aspek | Yayasan | PT |
|---|---|---|
| Tujuan | Sosial, keagamaan, kemanusiaan | Mencari keuntungan |
| Modal | Kekayaan awal, tidak bisa ditarik kembali | Modal disetor, bisa dibagikan sebagai dividen |
| Organ | Pembina, Pengurus, Pengawas | RUPS, Direksi, Komisaris |
| Pembagian keuntungan | Dilarang ke organ pengurus | Boleh ke pemegang saham |
Bagaimana Cara Membubarkan Yayasan?
Pembubaran yayasan bisa terjadi karena jangka waktu yang ditetapkan dalam anggaran dasar habis, tujuan yayasan sudah tercapai atau tidak tercapai, putusan pengadilan, atau harta kekayaan tidak cukup untuk melunasi utang. Berbeda dengan PT, sisa kekayaan yayasan yang dibubarkan wajib diserahkan ke yayasan lain yang punya tujuan serupa atau ke negara, bukan dibagikan ke Pembina, Pengurus, atau Pengawas.
Contoh kasus: sebuah yayasan pendidikan yang didirikan tiga orang sahabat sempat bingung saat salah satu pendiri ingin “menarik kembali” modal awal yang disetorkannya karena butuh dana pribadi. Setelah berkonsultasi ke notaris, ternyata secara hukum itu tidak mungkin dilakukan karena kekayaan awal yayasan sudah terpisah permanen sejak akta pendirian disahkan, berbeda dengan modal PT yang bisa ditarik lewat mekanisme pembagian dividen atau pengurangan modal.
Kesalahan Umum Saat Mendirikan Yayasan
- Menganggap yayasan bisa dipakai untuk menghindari pajak bisnis komersial. Yayasan yang kedapatan menyamarkan kegiatan komersial murni sebagai kegiatan sosial berisiko masalah hukum dan pajak.
- Mengisi satu orang untuk lebih dari satu organ sekaligus. Pembina, Pengurus, dan Pengawas harus diisi orang berbeda supaya ada mekanisme saling mengawasi.
- Tidak memisahkan kekayaan awal secara jelas dari harta pribadi. Pemisahan ini harus tercatat resmi di akta pendirian, bukan sekadar niat lisan.
Baca juga syarat dan alur pendirian PT 2026.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah yayasan wajib punya NPWP?
Wajib, terutama kalau yayasan menerima donasi dalam jumlah besar atau menjalankan unit usaha yang menghasilkan pendapatan kena pajak.
Bisakah pendiri yayasan mengambil kembali kekayaan awal yang sudah disetor?
Tidak bisa. Begitu kekayaan awal dipisahkan dan yayasan resmi berdiri, statusnya jadi milik yayasan secara permanen, bukan lagi milik pribadi pendiri.
Berapa lama proses pengesahan badan hukum yayasan?
Bervariasi tergantung kelengkapan dokumen, umumnya beberapa minggu setelah akta notaris dan permohonan diajukan lewat sistem AHU.
Apakah yayasan bisa diubah jadi PT di kemudian hari?
Tidak bisa langsung dikonversi. Yayasan dan PT adalah badan hukum dengan dasar hukum dan tujuan berbeda, kalau ingin menjalankan bisnis komersial murni, pendiri perlu mendirikan PT terpisah.
Menyusun anggaran dasar dan struktur organ yayasan yang sesuai UU Yayasan sejak awal menghindarkan masalah pengesahan di kemudian hari. Tim legal service RiseHub membantu mengurus pendirian yayasan dari akta sampai pengesahan Kemenkumham. Kalau tujuan Anda murni komersial, baca dulu perbandingan PT vs CV untuk menentukan badan usaha yang lebih sesuai.





